Location,TX 75035,USA
+1234567890
info@yourmail.com

Cara Menulis Lagu

Guitar Coach

Cara Menulis Lagu

Sejak pertama kali manusia membuat irama dengan mengetukkan ranting ke batang pohon atau memainkan marimba yang dibuat dari tengkorak manusia, manusia telah belajar menulis lagu. Prosesnya telah berevolusi dari waktu ke waktu, lirik yang lebih baik daripada sekedar “uh uh”, melodi yang semakin sempurna dan pengeras suara bervolume maksimal, namun keinginan untuk mengekspresikan diri melalui lagu tetap ada di hati kita. Kami akan menunjukkan kepada Anda bagaimana cara melakukannya !!

Dengarkan Ahlinya

Mulailah dari awal. Langkah pertama adalah mencari tahu cara metode apa yang paling cocok untuk Anda. Banyak penulis lagu, seperti Peter Gabriel, membuat musiknya terlebih dahulu sebelum menulis lirik. Mereka dapat menyanyikan kata-kata yang tidak ada artinya hanya untuk mencari kombinasi yang sesuai antara musik dengan liriknya. Salah satu lagu yang paling terkenal dan paling sering dinyanyikan ulang oleh orang lain. Penulisnya bangun pada suatu pagi dengan melodi di kepalanya dan menyanyikan “Scrambled Eggs, oh you’ve got such lovely legs” (“Telur dadar, kau memiliki kaki yang indah”) sebagai liriknya saat ia menulis lagu tersebut. Ia akhirnya menemukan lirik yang sesuai dan begitulah proses Paul McCartney menulis lagu “Yesterday”

Untuk contoh penulisan lagu dengan teknik ini, dengarkan “A Different Drum” dari Peter Gabriel mulai dari menit 1:40. “Lirik”nya hanyalah suara-suara tidak bermakna. Penulis lain menulis liriknya terlebih dahulu atau bekerjasama dengan penulis lirik. Contohnya adalah Richard Rogers dan Oscar Hammerstein, Jerry Garcia dan Robert Hunter atau Joe Strummer dan Mick Jones. Banyak orang yang merasa bahwa cara ini lebih sulit untuk dilakukan, ada perbedaan besar antara puisi dan lagu dan tanpa dasar musik yang kuat, ada banyak masalah yang harus dipecahkan. Namun, ketika inspirasi datang, siapa yang peduli jika Anda menemukan lirik atau melodi terlebih dahulu? Gunakan inspirasi tersebut dan berkaryalah dengannya.

Salah satu penulis lagu yang bekerjasama dengan penulis lirik adalah Elton John, Dia memasukkan lirik-lirik Bernie Taupin ke dalam musiknya. Ketika hal ini dilakukan dengan benar, hasilnya akan menjadi bagus.

Tentukan struktur lagu. Kebanyakan lagu memiliki struktur yang dapat dikenali yaitu Intro, dilanjutkan dengan satu atau dua verse dan chorus, bridge, diikuti dengan versedan chorus lainnya dan lalu outro.

Intro. Bagian ini bisa berupa instrumental saja. Sebagai contoh, “Rocky Racoon” dari the Beatles dimulai dengan perkenalan yang dibuat seperti orang berbicara yang menjelaskan karakter dan latar lagu tersebut.

Verse. Bagian ini merupakan mayoritas dari sebagian besar lagu—walaupun tidak harus menjadi bagian terpenting. Bagian ini menjelaskan suatu adegan, seseorang atau suatu emosi. Sangat sering terdapat dua atau tiga verse berturut-turut yang memiliki struktur musik yang sama, rima dan metrum yang sama, namun memiliki lirik yang berbeda. Verse kedua dibentuk dari gambaran yang dibentuk pada versepertama, dan seterusnya. Kebanyakan lagu memiliki struktur verse yang mudah dikenali, walaupun Anda mungkin tidak selalu dapat menangkap kata-kata yang diucapkan (kecuali Anda membaca liriknya di situs internet).

Chorus. Inilah bagian puncak dari lagu, seluruh verse mengarah ke chorus dan biasanya bagian ini yang paling sering dinyanyikan bersama oleh pendengar. Contohnya, “All You Need Is Love” dari the Beatles. Apakah Anda ingat lirik dari verse nya ? Mungkin. Apakah Anda ingat lirik chorusnya “All you need is love!”. Namun, sepenting apapun chorus dalam suatu lagu, bagian ini tidak harus selalu menonjol. Dalam “You’re Gonna Make Me Lonesome When You Go,” Dylan hanya menuliskan satu kalimat di akhir masing-masing verse (yang sama dengan judul lagunya) dan hanya itulah chorus yang ia buat dalam lagu tersebut.

Bridge. Ini merupakan bagian di mana lagu berubah arah, tempo, volume atau instrumentasi dapat tiba-tiba berubah. Suatu contoh yang bagus dari hal ini terdapat dalam lagu Jack Johnson “Better Together”. Ia menggunakan bentuk ini: Intro-Verse-Verse-Chorus-Break-Verse-Verse-Break-Bridge-Break-Out.

Pelajari Tekniknya

Berhenti berpikir tentang menulis lagu dan mulailah menulis lagu. Anda benar-benar ingin jadi bintang terkenal kan? Anda memimpikan berada di panggung dan mendengarkan teriakan dari penonton. Namun sayangnya, Anda hanya memimpikan hal itu. Jika Anda ingin menulis suatu lagu yang sangat bagus. Anda harus benar-benar berusaha. Mulailah dari hari ini !! Dedikasikan diri Anda untuk menulis beberapa lagu tiap minggu, seperti seorang penulis sukses yang mendedikasikan dirinya untuk menulis ribuan kata per hari.

Dengarkan secara aktif berbagai jenis musik. Mungkin Anda memiliki tipe musik favorit dan berpikir bahwa musik jenis lain tidak enak didengar, namun ada alasannya kenapa orang-orang menyukai lagu-lagu tersebut. Cari tahu alasan tersebut. Penulis yang baik membaca beberapa genre buku. Penulis lagu yang baik mendengarkan beberapa genre lagu. Seiring Anda mendengarkannya, pikirkan apa yang Anda suka mengenai suatu lagu. Apakah liriknya yang unik? Apakah perubahan akordnya menggambarkan perubahan suasana dengan sempurna? Apakah Anda menyukai transisi dari satu bagian lagu ke bagian lainnya?

Pelajari dasarnya. Anda tidak harus memiliki gelar di bidang teori musik untuk menulis sebuah lagu yang bagus, namun Anda sebaiknya mengerti bagaimana cara membangun suatu lagu. Hal ini mencakup pemahaman dasar mengenai harmoni, melodi, dan ritme.

Harmoni merupakan aransemen akord dan kualitas harmonis yang menyatukan ritme dan melodi dari suatu lagu. Seorang pemula perlu mempelajari akord mayor dan minor. Serta dasar akord yang sesuai dengan kunci.

Pelajari akord. Di kunci C, anggota akordnya adalah C, Dm (minor), Em, F, G, Am dan Bdim (diminished). Mereka juga sering disebut dengan tangga skalanya, yang berlaku secara universal dan tidak bergantung pada kunci yang dimainkan. Contohnya, C adalah I (satu) Dm adalah (II) F adalah (IV) dan G adalah V.

Akord I IV dan V dapat dianggap sebagai dasar dari penulisan lagu, karena tiga akord ini akan mengiringi melodi apapun yang berada pada kunci yang sama. Kebanyakan lagu pop dibentuk dengan struktur I IV V.

Tak ada batasan dalam membentuk struktur lagu, namun terdapat urutan umum yang mudah ditemui (lihat Tips). Seiring Anda mendengarkan berbagai lagu, cobalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang berbeda.

Selalu siap ketika inspirasi datang. Sayangnya, inspirasi biasanya tidak datang di waktu yang paling tepat, jadi sangat penting untuk mengingat setiap lagu baru yang melintas di kepala Anda, di manapun Anda berada.

Bawalah pulpen dan kertas ke manapun Anda pergi atau lebih baik lagi rekamlah menggunakan smartphone Anda. melodi bisa sangat sulit untuk dicatat di kertas kecuali Anda memiliki latar belakang musik yang kuat.

Belajar menulis lirik. Pikirkan hal apa yang sangat menyentuh Anda atau mengubah hidup Anda. Kekasih? Buli? Putus Cinta? Pikirkan hal itu dan jelaskanlah. Bagaimana rasanya? Apakah hal itu menyakitkan? Apakah Anda selalu memikirkan seseorang? Mulailah dengan memikirkan pengalaman pribadi Anda.

Akan sangat membantu jika Anda memiliki alat musik (piano, keyboard, gitar, dll) sehinga Anda dapat mengeksplorasi musik. Satu kelebihan lain adalah Anda dapat dengan mudah mencatat nadanya atau tabulasi ketika Anda mendapatkan suatu melodi. Cobalah merekamnya agar Anda dapat meninjaunya. Anda dapat selalu mendengarkan rekaman Anda. Hal ini akan sangat membantu jika ada bagian yang ingin Anda ubah.

Cari tahu apa yang Anda punya. Inspirasi akan datang pada Anda dengan kecepatan penuh dan tiba-tiba Anda sudah memiliki satu lagu penuh. Kebanyakan, hanya bagian kecil dari lagu yang terlintas di kepala Anda, sehingga Anda harus membentuknya sendiri. Anda harus bisa merasakan bagian yang cocok untuk di gunakan. Jika bagian itu sangat menarik dan mudah diingat (baik sebaris lirik atau sepenggal musik) dan Anda dapat membayangkannya diulang berkali-kali dalam suatu lagu, Anda telah mendapatkan chorus dan Anda harus menulis verse untuk menjelaskan bagian ini secara detil. Jika Anda mendapatkan penggalan lirik yang lebih bersifat naratif atau musik yang lebih halus itu merupakan bagian dari cerita dan bukan ide utamanya.

Tentukan suasana lagu. Pastikan musik Anda sesuai dengan cerita. Jika ceritanya sedih, Anda menginginkan melodi yang membangkitkan perasaan sedih (misalnya dengan memperlambat tempo atau menambahkan akord minor) atau Anda mungkin ingin menambahkan kejutan dan menggabungkan lirik sedih dengan musik yang semangat untuk membangkitkan tekanan dan ambiguitas.

Sampaikan suatu pesan. Suatu lagu bisa saja berhasil dengan lirik yang buruk, namun kemungkinan besar lagu Anda akan menjadi sangat bagus jika Anda membuat lirik yang hebat. Hal ini bukan berarti lirik yang Anda tulis harus selalu serius, namun Anda harus menghindari membuat lirik yang klise. Tulis lirik Anda seakan-akan Anda berbicara kepada seseorang yang Anda ingin buat terkesan atau seseorang yang kepadanya Anda merasakan suatu perasaan yang mendalam.

Buatlah kata-kata Anda bernyanyi. Lirik dapat menimbulkan rasa ketertarikan, baik melalui perasaan atau pendengaran. Ada beberapa cara untuk mencapai hal ini. Kata-kata yang Anda tulis harus sesuai dengan ritme yang Anda buat dalam lagu, dan pengucapan kata-kata ini juga memiliki peran yang penting. Beberapa kata terdengar lebih halus dibandingkan kata-kata lainnya, misalnya “desir angin” terdengar lebih halus daripada “semburan angin” Gunakan tekstur dan karakter kata-kata untuk menambahkan emosi ke dalam suatu lagu.

Salah satu alat yang sangat berguna untuk penulis lagu adalah kamus rima. Ada banyak cara untuk membuat lirik berima untuk menyatukan keseluruhan lirik. Pelajari hal ini dan alat-alat lainnya, dan cobalah menggunakanya untuk menulis lagu.

Anda dapat membuat suatu lirik berima di setiap akhir baris atau di baris-baris lainnya, atau Anda dapat membuat rima Anda lebih sporadis. Anda dapat juga membuat rima dalam satu baris yang sama untuk membuat suatu hasil yang bagus (seperti lirik lagu rap).

Ada juga teknik-teknik puitis yang bisa Anda gunakan, seperti aliterasi (contohnya dalam lagu Joni Mitchell “Big Yellow Taxi”, “They paved paradise, put up a parking lot”, Suara “p” diulang beberapa kali), dan asonansi (dalam lagu Avril Lavigne “Complicated”, “…honesty, promise me I’m never gonna find you faking”, suara “ah” diulang dalam “honesty”, “promise” dan “gonna”).

Namun, jangan terlalu mempersulit diri Anda dengan rima! Anda dapat membuat suatu frase terdengar unik dengan menghindari cara-cara konvensional dalam memasukkannya ke sebuah lagu, dan banyak lagu-lagu yang bisa sukses tanpa menggunakan rima sedikitpun.

Cari keseimbangan antara pengulangan dan variasi. Pengulangan adalah hal yang membuat suatu lagu mudah diingat; misalnya, chorus yang diulang-ulang akan melekat di ingatan walaupun bagian lain dari lagu tersebut tidak. Merupakan hal yang mudah untuk mengajak orang-orang bernyanyi bersama dalam suatu chorus. Itulah sebabnya banyak sekali orang yang hanya tahu beberapa bait dari banyak lagu.

Walaupun ada beberapa lagu bagus yang sangat sederhana, bahkan tidak memiliki chorus, memiliki panjang baris yang sama, skema rima yang sama, dan progresi akord yang sama yang terus diulang, kebanyakan orang akan bosan dengannya. Cara yang paling umum untuk menambahkan variasi adalah dengan memasukkan bridge ke dalam lagu Anda.

Bridge adalah bagian dari musik, terkadang instrumental, yang berbeda konstruksinya dari verse dan chorus, dan biasanya ditempatkan di dekat akhir lagu sebelum chorus terakhir, yang biasanya diisi dengan verse. Bridge bisa dibentuk menggunakan kunci yang berbeda dari bagian lagu lainnya (menggunakan akord-akord yang berbeda), tapi hal ini bukanlah suatu keharusan. Bagian ini juga bisa lebih cepat atau lambat, lebih panjang atau lebih pendek, atau berbeda dalam cara lain dibandingkan dengan bagian-bagian lainnya.

Kadang-kadang bridge diikuti oleh chorus yang diperpendek, tergantung dari panjang bridge itu sendiri. Perhatikan bahwa bridge juga dapat merujuk ke transisi antara verse dan chorus.

Carilah hook dari lagu Anda. Hook adalah bagian dari suatu lagu hebat yang membuat Anda ingin mendengarkan lagu tersebut berulang-ulang. Hook biasanya berada di chorus dan biasanya menjadi judul lagu. Sayangnya, tidak ada resep khusus untuk mengenali hook, tapi Anda akan segera mengetahuinya jika Anda menemuinya. Teman-teman Anda pun dapat memberitahu hook dari suatu lagu, karena bagian itulah yang terus teringat dalam pikiran mereka. Berikut adalah beberapa contoh:

“Here’s my number, call me maybe.” Jika Anda pernah mendengar lagu Carly Rae Jepsen ini sekali saja, maka lagu ini akan tertanam selamanya di kepala Anda.

“Oppan Gangnam Style”. Lagu hit PSY ini, seperti “Call Me Maybe”, telah ditonton jutaan kali dan menghasilkan parodi yang hampir sama banyaknya—ciri-ciri hookyang sangat berpengaruh.

Dalam lagu Tommy Tutone “Jenny/8675309”, hooknya adalah 8-6-7-5-3-0-9.

Dalam lagu the Beatles “Hey Jude”, hook nya adalah bagian akhir lagu: Naaa, naa naa, nana naa naaaaaa, nana naa naaaaaaa, hey Jude yang terus diulang hingga Anda tak akan bisa melupakannya.

Hook yang bagus dapat membuat orang teringat akan nada dari lirik-lirik Anda. Banyak orang yang dapat mengingat riff dari “Smoke on the Water” hanya dari mendengar judul lagunya saja.

Perbaiki bagian yang kurang nikmat didengar. Jika terdapat bagian yang tidak menyatu, cobalah buat suatu transisi. Gunakan kunci yang sama untuk seluruh lagu Anda. Jika lagu Anda tiba-tiba berubah temponya di antara dua bagian, coba ubah kecepatan secara bertahap saat Anda memasuki dan keluar dari bagian yang tidak menyatu dengan seluruh lagu. Coba tambahkan sisipan instrumental pendek yang akan membawa Anda dari satu bagian ke bagian selanjutnya. Walaupun mungkin dua bagian ini tidak dapat dimasukkan ke lagu yang sama, mungkin saja Anda hanya memulai satu bagian dengan ketukan yang tidak tepat.

Minta pendapat orang. Mainkan atau nyanyikan lagu Anda kepada orang-orang dan mintalah pendapat mereka. Anda mungkin akan lebih memahami apa yang mereka benar-benar pikirkan setelah menulis beberapa lagu, teman dan keluarga Anda mungkin mengatakan lagu pertama Anda sangat bagus walaupun sebenarnya buruk, tapi seiring mereka mendengarkan lebih banyak lagu Anda, mereka mungkin akan memberikan petunjuk seperti, “Lagumu bagus, tapi aku lebih suka lagu yang pertama” atau “Wow, ini lagu terbaikmu. Lagu ini benar-benar bagus.” Bersiaplah untuk menerima kritik dari anggota keluarga yang tidak ingin mendengarkan lagu Anda kecuali lagu Anda sudah melewati tahap paska produksi.

Setelah Anda berhasil membuat lagu pertama, jangan berhenti. Teruslah menulis dan berlatih dan kemampuan Anda akan terus membaik. Anda mungkin perlu menulis banyak lagu sebelum akhirnya mendapatkan apa yang Anda inginkan dan bahkan setelah itu, mungkin Anda perlu menulis banyak lagu lagi.


Tips Untuk Anda !!

Jangan terburu-buru, kebanyakan lagu tidak dapat dibuat secara tiba-tiba. Seperti kata pepatah, “segalanya perlu waktu”. Jadi jangan bosan menunggu, suatu hari Anda akan dapat melakukannya.

Jika Anda mengalami kebuntuan, mulailah dengan menuliskan perasaan Anda/apa yang ingin Anda katakan. Lirik akan datang sendiri kepada Anda ketika Anda melihat tulisan Anda di kertas. Mungkin hal ini akan membutuhkan sedikit usaha, tapi setidaknya Anda dapat membuat permulaan lagu.

Kemampuan bermain alat musik akan membantu. Kemampuan bermain gitar atau piano, misalnya, akan membuat proses penulisan lagu jauh lebih mudah. Selain itu, Anda dapat mengiringi diri Anda sendiri ketika Anda bernyanyi untuk orang lain. Jika Anda tidak mempunyai alat musik, carilah perangkat lunak pembuat lagu di Google. Sangat sulit untuk menemukan perangkat lunak yang benar-benar gratis, tapi Anda selalu dapat mencoba program-program tersebut secara gratis sebelum membelinya.

Pastikan lagu Anda mudah diingat, tapi tidak menyebalkan.

Dinamika merupakan teknik yang bagus untuk memisahkan bagian-bagian yang berbeda dalam suatu lagu. Verse dibuat lebih lembut, dan chorus dibuat lebih keras. Dinamika juga dapat membantu Anda membuat hook chorus yang akan diingat setiap orang yang mendengarkan lagu Anda.

Anda biasanya dapat merekam suara Anda pada telepon seluler. Ntah itu berupa nyanyian atau siulan. Pastikan Anda bernyanyi cukup keras agar suaran Anda dapat didengar dengan jelas.

Lakukan eksperimen dengan berbagai cara membuat suara. Cobalah memainkan alat musik yang kurang Anda kuasai. “Kesalahan-kesalahan” yang Anda buat mungkin dapat menginspirasi Anda.

Berkolaborasilah dan dengarkan penulis lagu lain. Beberapa orang dapat menulis lirik yang hebat, namun sama sekali tidak dapat membuat melodi, penulis lagu lain mungkin mengalami hal yang sebaliknya. Carilah penulis lagu yang memiliki pikiran yang serupa dengan Anda yang dapat memasukkan lirik Anda ke dalam musiknya atau memasukkan liriknya ke dalam musik Anda. Banyak lagu hit yang dibuat melalui kolaborasi.

Salah satu cara lainnya untuk menulis suatu lagu adalah dengan menulis prosa dengan sedikit rima. Cara paling mudah untuk menulis lagu adalah dengan menganggapnya sebagai sebuah puisi, bukan lagu. Buatlah puisi dan lalu mengeditnya dengan mencari stanza yang tepat untuk masing-masing verse dan stanza yang tepat untuk chorus yang mudah diingat, setelah itu silahkan menyatukannya.

Saat ini kebanyakan lagu populer memiliki beberapa variasi dari urutan berikut: intro, verse, chorus, verse, chorus, bridge/solo instrumental, chorus, dan terkadang outro. Terkadang urutannya berbeda dan kadang satu atau lebih bagian dihilangkan. Jika Anda memainkan alat musik, cobalah meninggalkannya sesekali. Gunakan lebih banyak waktu untuk bernyanyi untuk mendapatkan melodi dan suara.

Banyak musisi dan penulis lagu tidak terlalu mengerti teori musik dan beberapa bahkan tidak bisa membaca not balok, pengetahuan dasar musik dapat membantu Anda untuk menggunakan kreativitas Anda dan membuat gaya Anda sendiri. Bahkan jika Anda dapat menangkap nada hanya dengan menggunakan telinga Anda dan pemahaman membaca dan menulis musik akan membantu Anda untuk bermain dengan orang lain dan mengkomunikasikan musik Anda ke anggota band Anda (jika Anda berencana untuk membuat band).


Warning !!

Hati-hati dengan rima. Jangan pilih suatu kata hanya karena ia berima dengan kata lainnya. pastikan bahwa kata-kata Anda terdengar masuk akal. Jika Anda terlalu banyak menggunakannya, lirik Anda akan mulai terdengar konyol. Thesaurus merupakan alat yang lebih baik yang akan memberikan Anda banyak jalan untuk mengekspresikan pendapat Anda dan membantu Anda membuat lirik terbaik.

Jangan lupa untuk mendaftarkan hak cipta untuk lagu Anda.

Hindari plagiarisme. Anda tidak dapat menyalin melodi atau kata-kata dari suatu lagu terkenal. Masalah lain yang mungkin tidak terlihat adalah plagiarisme tersembunyi, di mana seorang penulis lagu tidak menyadari bahwa ia telah menyalin lagu lain secara habis-habisan. Hal ini pernah terjadi di lagu-lagu seperti “Spirit in the Sky”, yang mirip dengan lagu hit ZZ Top “La Grange”. Jika Anda khawatir lagu Anda terdengar seperti lagu orang lain, Anda mungkin benar. Mainkan lagu Anda untuk sebanyak mungkin orang, dan lihat apakah mereka juga memikirkan hal yang sama. Anda harus membuat lagu Anda terdengar berbeda dari lagu orang lain, atau Anda tidak akan mendapat penghargaan apa-apa untuk lagu tersebut.

Cobalah sesuatu yang baru! Bereksperimenlah dengan hal-hal baru. Siapa yang bilang Anda harus membuat setiap stanza berima atau Anda harus selalu membuat chorus?

Jangan membuat diri Anda terjebak dengan struktur “verse-chorus”. Banyak lagu bagus yang ditulis sebagai alur ide yang berkelanjutan dan bukan sebagai satu ide yang diulang beberapa kali. Mungkin hook yang Anda dapatkan akan terdengar lebih baik jika digunakan sebagai “klimaks” yang dibangun oleh bagian lagu lainnya. Tambahkan variasi ke dalam struktur lagu Anda untuk variasi yang lebih kaya di lagu-lagu Anda.

Jangan takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Banyak musisi terkenal yang menjadi sukses karena menghindari banyak aturan. Jangan merasa terikat oleh sesuatu yang dianggap “aman” atau “kontemporer”. Musik adalah suatu seni dan hal terbaik yang bisa Anda lakukan adalah membuat sesuatu yang berbeda dari biasanya. Banyak genre musik yang mengabaikan struktur penulisan lagu konvensional (misalnya, progressive rock seringkali tidak memiliki verse atau chorus yang dapat dibedakan) Dengan pengalaman, Anda akan dapat mempelajari ke mana arah lagu yang diinginkan dan Anda harus mengikuti intuisi Anda.

One Response

  1. KelClip says:

    Priligy Usa Sale Propecia Hsa Eligible como tomar kamagra Canadian Drugstores Zithromax More Drug Side Effects Zithromax Atrial Fibrillation

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *